Sabtu, 20 November 2021

Opini

 

Membangun Peradaban Bangsa Melalui
Pendidikan Karakter


Oleh :
Halvi, S.Pd
Mahasiswa Pascasarjana
Manajemen Inovasi
Universitas Teknologi Sumbawa

  

Pendidikan merupakan suatu hal sangat dibutuhkan di dunia ini, karena dengan pendidikan kita dapat meraih dan menggapai apa yang dicita-citakan. Namun dalam kehidupan bermasyarakat pendidikan bukanlah hal utama seseorang bisa dihormati melainkan karakter seseorang juga menjadi penentu dalam berinteraksi dengan sesama.

Pendidikan di sekolah bisa dibilang masih banyak yang mementingkan aspek koogitifnya ketimbang aspek psikomotoriknya, tak sedikit guru hanya sekedar mengajar saja untuk mengejar materi, tanpa mengajarkan etika dan  moral yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Daniel Goleman dalam bukunya mengenai Kecerdasan Ganda / Multipel Intelligences menjelaskan bahwa kecerdasan emosional dan sosial dalam kehidupan dibutuhkan 80%, sedangkan kecerdasan intelektual hanya 20% saja. Dengan demikian pendidikan karakter sangat dibutuhkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan beradab.

 

Latar Belakang Pendidikan Karakter

Indonesia tengah menghadapi abad ke 21 yang ditandai dengan berbagai kecenderungan global. Ada 3 kecenderungan penting yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini:

1.      Berlangsungnya revolusi industri keempat ditandai dengan fenomena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam era revolusi digital.

2.      Perubahan peradaban masyarakat yang ditandai berubahnya sendi-sendi kehidupan, kebudayaan, sosial kemasyarakatan termasuk pendidikan didalamnya.

3.      Semakin tegasnya fenomena abad kreatif yang menempatkan informasi, pengetahuan, kreativitas, inovasi dan jejaring sebagai sumber daya strategis bagi individu, masyarakat, korporasi, dan negara.

Ketiga hal tersebut telah memunculkan tatanan baru, ukuran baru, dan kebutuhan baru yang berbeda dengan sebelumnya yang harus ditanggapi dan dipenuhi oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan, maka disinilah letak peran sentral dari dunia pendidikan untuk menyiakan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai kapital intelektual yang mampu beradaptasi dan diharapkan memiliki keunggulan kompetitif di dalam era persaingan global.

 

Fokus Pendidikan Karakter

Karakter adalah perwujudan dan kebiasaan berprilaku baik dalam keseharian yang meliputi watak terpuji, akhlak mulia, sikap mental dan budi pekerti yang luhur. Adapun nilai-nilai utama karakter yang menjadi fokus dari pendidikan karakter adalah : religius, nasionalis, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Nilai-nilai utama tersebut berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang dibutuhkan bangsa Indonesia untuk menghadapi tantangan dimasa depan. Uraian 5 nilai utama tersebut adalah sebagai berikut :

Religius

Mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (TYME) yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Nilai karakter religius meliputi tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai karakter religius ini ditunjukan dalam perilakumencintai dan menjaga keutuhan ciptaan Tuhan. Adapun penerapan dalamkehidupan sehari-hari tercermin dari sikap dan bertaqwa, disiplin ibadah, cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, melindungi yang kecil dan terselisih, mencintai dan menjaga lingkungan, bersih, memanfaatkan lingkungan dengan bijak.

Nasionalis

merupakan cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. Adapun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari tercermin dari sikap apresiasi budaya bangsa sendiri, rela berkorban, unggul, berprestasi, cinta tanah air, menjaga linkungan, patuh terhadap hukum, disiplin, menghargai kebhinnekaan, menghargai keragaman suku, budaya, dan agama.

Kemandiriran

Merupakan sikap dan prilaku tidak bergantung pada orang lain dan menggunakan segala tenaga, pikiran, dan cita-cita. Adapun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari tercermin dari sikap etos kerja, tangguh, profesional, berani dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Gotong Royong

Mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja samadan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan pertolongan pada orang-orang membutuhkan, Adapun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari tercermin dari sikap menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen, musyawarah, tolong menolong, solidaritas, dan empati

Integritas

Merupakan prilaku yang didasarkan paad upaya menjadikan dirinya sebagai orag yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif dalam kegiatan sosial, konsisten tindakan, dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Adapun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari tercermin dari sikap jujur, cinta kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggung jawab, keteladanan, dan menghargai martabat individu.

 

Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah

Implementasi Pendidikan Karakter di sekolah dapat diterapkan melalui 3 pendekatan yakni sebagai berikut :

1.    Berbasis kelas yaitu integrasi nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran, pengelolaan kelas, dan metode pembelajaran, evaluasi pembelajaran, pengemangan kurikulum muatan lokal sesuai karakterristik daerah.

2. Berbasis budayas sekolah yaitu pembiasaan nilai-nilai utama dalam kesaharian di sekolah, keteladanan antar warga sekolah, pelibatan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, membangun norma, peraturan, dan tradisi sekolah, pengembangan keunikan, keunggulan, dan daya saing sekolah sebagai ciri khas sekolah, memberi ruang yang luas kepada peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi yang ada pada dirinya melalui kegiatan literasi, kegiatan sabtu budaya dan kegiatan ekstrakurikuler.

3.  Berbasis masyarakat yaitu memperkuat peranan orang tua dan komite sekolah, melibatkan dan memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar seperti keberadaan dan dukungan penggiat seni dan budaya, tokoh masyarakat, alumni, dunia usaha, dan dunia industri.

 

Kesimpulan

Semoga dengan penerapan pendidikan karakter di sekolah semua potensi kecerdasan peserta didik  dapat membawa mereka menjadi orang orang yang telah diharapkan untuk menjadi penerus bangsa. Seperti negara yang bebas akan korupsi, ketidak adilan, dan masalah masalah yang lainnya agar negara yang kita  cintai ini mampu menjadi negara yang bersaing disegala bidang dengan negara-negara lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Opini

  INOVASI PEMBELAJARAN QR CODE TEKHNOLOGI DI ERA REVOLUSI 4.0   Oleh : Rosmah , S.Pd NIM : 212015086 Mahasiswa Pascasarjana Ma...