Membangun
Peradaban Bangsa Melalui
Pendidikan
Karakter
Oleh :
Halvi, S.Pd
Mahasiswa Pascasarjana
Manajemen Inovasi
Universitas Teknologi Sumbawa
Pendidikan merupakan suatu hal sangat dibutuhkan di dunia ini, karena dengan pendidikan kita dapat meraih dan menggapai apa yang dicita-citakan. Namun dalam kehidupan bermasyarakat pendidikan bukanlah hal utama seseorang bisa dihormati melainkan karakter seseorang juga menjadi penentu dalam berinteraksi dengan sesama.
Pendidikan di sekolah bisa dibilang
masih banyak yang mementingkan aspek koogitifnya ketimbang aspek
psikomotoriknya, tak sedikit guru hanya sekedar mengajar saja untuk mengejar
materi, tanpa mengajarkan etika dan
moral yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Daniel Goleman dalam bukunya mengenai
Kecerdasan Ganda / Multipel Intelligences menjelaskan bahwa kecerdasan
emosional dan sosial dalam kehidupan dibutuhkan 80%, sedangkan kecerdasan
intelektual hanya 20% saja. Dengan demikian pendidikan karakter sangat
dibutuhkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan beradab.
Latar Belakang
Pendidikan Karakter
Indonesia tengah menghadapi abad ke 21
yang ditandai dengan berbagai kecenderungan global. Ada 3 kecenderungan penting
yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini:
1. Berlangsungnya
revolusi industri keempat ditandai dengan fenomena kemajuan teknologi informasi
dan komunikasi dalam era revolusi digital.
2. Perubahan
peradaban masyarakat yang ditandai berubahnya sendi-sendi kehidupan,
kebudayaan, sosial kemasyarakatan termasuk pendidikan didalamnya.
3. Semakin
tegasnya fenomena abad kreatif yang menempatkan informasi, pengetahuan,
kreativitas, inovasi dan jejaring sebagai sumber daya strategis bagi individu,
masyarakat, korporasi, dan negara.
Ketiga hal tersebut telah memunculkan
tatanan baru, ukuran baru, dan kebutuhan baru yang berbeda dengan sebelumnya
yang harus ditanggapi dan dipenuhi oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan,
maka disinilah letak peran sentral dari dunia pendidikan untuk menyiakan Sumber
Daya Manusia (SDM) sebagai kapital intelektual yang mampu beradaptasi dan
diharapkan memiliki keunggulan kompetitif di dalam era persaingan global.
Fokus Pendidikan Karakter
Karakter adalah perwujudan dan kebiasaan
berprilaku baik dalam keseharian yang meliputi watak terpuji, akhlak mulia,
sikap mental dan budi pekerti yang luhur. Adapun nilai-nilai utama karakter
yang menjadi fokus dari pendidikan karakter adalah : religius, nasionalis, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Nilai-nilai
utama tersebut berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang dibutuhkan bangsa
Indonesia untuk menghadapi tantangan dimasa depan. Uraian 5 nilai utama
tersebut adalah sebagai berikut :
Religius
Mencerminkan
keberimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (TYME) yang diwujudkan dalam perilaku
melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan
agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan
lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Nilai karakter religius
meliputi tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan,
individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai
karakter religius ini ditunjukan dalam perilakumencintai dan menjaga keutuhan
ciptaan Tuhan. Adapun penerapan dalamkehidupan sehari-hari tercermin dari sikap
dan bertaqwa, disiplin ibadah, cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan
agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk
agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak
memaksakan kehendak, melindungi yang kecil dan terselisih, mencintai dan
menjaga lingkungan, bersih, memanfaatkan lingkungan dengan bijak.
Nasionalis
merupakan
cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian,
dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya,
ekonomi, dan politik bangsa. Adapun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
tercermin dari sikap apresiasi budaya bangsa sendiri, rela berkorban, unggul,
berprestasi, cinta tanah air, menjaga linkungan, patuh terhadap hukum,
disiplin, menghargai kebhinnekaan, menghargai keragaman suku, budaya, dan
agama.
Kemandiriran
Merupakan
sikap dan prilaku tidak bergantung pada orang lain dan menggunakan segala tenaga,
pikiran, dan cita-cita. Adapun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
tercermin dari sikap etos kerja, tangguh, profesional, berani dan menjadi
pembelajar sepanjang hayat.
Gotong Royong
Mencerminkan
tindakan menghargai semangat kerja samadan bahu membahu menyelesaikan persoalan
bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan pertolongan pada
orang-orang membutuhkan, Adapun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
tercermin dari sikap menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen, musyawarah,
tolong menolong, solidaritas, dan empati
Integritas
Merupakan
prilaku yang didasarkan paad upaya menjadikan dirinya sebagai orag yang dapat
dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Karakter integritas
meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif dalam kegiatan
sosial, konsisten tindakan, dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Adapun
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari tercermin dari sikap jujur, cinta
kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggung jawab,
keteladanan, dan menghargai martabat individu.
Implementasi Pendidikan
Karakter di Sekolah
Implementasi Pendidikan Karakter di
sekolah dapat diterapkan melalui 3 pendekatan yakni sebagai berikut :
1. Berbasis
kelas yaitu integrasi nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran,
pengelolaan kelas, dan metode pembelajaran, evaluasi pembelajaran, pengemangan
kurikulum muatan lokal sesuai karakterristik daerah.
2. Berbasis
budayas sekolah yaitu pembiasaan nilai-nilai utama dalam kesaharian di sekolah,
keteladanan antar warga sekolah, pelibatan seluruh pemangku kepentingan
pendidikan, membangun norma, peraturan, dan tradisi sekolah, pengembangan
keunikan, keunggulan, dan daya saing sekolah sebagai ciri khas sekolah, memberi
ruang yang luas kepada peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan
potensi yang ada pada dirinya melalui kegiatan literasi, kegiatan sabtu budaya
dan kegiatan ekstrakurikuler.
3. Berbasis masyarakat yaitu memperkuat peranan
orang tua dan komite sekolah, melibatkan dan memberdayakan potensi lingkungan
sebagai sumber belajar seperti keberadaan dan dukungan penggiat seni dan
budaya, tokoh masyarakat, alumni, dunia usaha, dan dunia industri.
Kesimpulan
Semoga dengan penerapan pendidikan karakter di sekolah semua potensi
kecerdasan peserta didik dapat membawa
mereka menjadi orang orang yang telah diharapkan untuk menjadi penerus bangsa.
Seperti negara yang bebas akan korupsi, ketidak adilan, dan masalah masalah
yang lainnya agar negara yang kita
cintai ini mampu menjadi negara yang bersaing disegala bidang dengan
negara-negara lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar